Selasa, 01 April 2014

Konfigurasi DHCP Server Linux Debian

Kali Ini saya akan membahas/mempraktekan Cara konfigurasi DHCP Server Linux Debian 

1. DHCP
   Pengalamatan IP address
 § IP Statis
         Konfigurasi IP secara Manual
 § IP dinamis
         Konfigurasi IP Oleh Computer Server melalui Jaringan Computer
   DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
 § Merupakan protokol yang dipakai untuk pengalokasian alamat IP (IP address)
         dalam satu jaringan.
 § Jika Non DHCP, pemberian alamat IP manual satu persatu ke sel. Komputer
 § Jika menggunakan DHCP, seluruh komputer yang tersambung di jaringan akan
         mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
 § Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP,
         seperti default gateway dan DNS server.
DHCP merupakan Standar dari IETF (Internet Engineering Task Force).
DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer
yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server,
dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat
diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya
meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara
dinamis.
?] Memungkin beberapa server jalan di jaringan, dengan catatan range IP setiap server
tidak boleh ada yang overlap.
?. Informasi yang dikirim via DHCP:
 § IP, Netmask dan default router/gateway
 § Name Server
 § File Server
 § dll (Default IP TTL, Broadcast Address, Static Route, Ethernet Encapsulation, X
         Window Manager, X Window Font, DHCP Msg Type, DHCP Renewal Time,
         DHCP Rebinding, Time SMTP-Server, SMTP-Server, Client FQDN, Printer
         Name, …)
Sistem Kerja DHCP
Block Aliran Protocol DHCP


Langsung Saja Kita Konfigurasi DHCP di linux debian :D hohoho 
(Via : VirtualBox)

1.Login Ke Debian dulu masukan perintah #Nano /etc/network/interfaces

2.Di dalam direktori tersebut anda harus Setting IPAddress terlebih dahulu ,setelah penyetingan selesai tekan Ctrl + X lalu tekan Y , dan setelah itu masukkan perintah #/etc/init.d/networking restart

3.lalu tuliskanperintah #Ifconfig  setelah berhasil IP address akan muncul seperti di bawah ini :

4.Setelah itu akan menginstall dhcp server masukkan disk 2 debian dan tuliskan perintah 
   # apt-get install isc-dhcp-server
  Setelah Berhasil Menginstall paket dhcp akan muncul seperti gambar di bawah ini:

5.Kemudian edit konfigurasi dhcp server , lalu tuliskan perintah #nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
  (Sebelumnya hapus terlebih dahulu tanda pagar) (#)
 di dalam direktori tersebut kita akan mengatur Subnet mask , Range , Option Domain , Option Router 
 Option Broadcast Dll

Keterangan:

Subnet 192.168.1.0  = menujukkan IP network yang digunakan.
Netmask 255.255.255.0  = menunjukkan alamat netmask /24
range  = range IP awal sampai dengan akhir yang dapat
                 diberikan/disewakan kepada PC klien
Option domain-name-servers 192.168.1.1 = alamat IP DNS server
Option domain-name “ “ = nama domain “ “
Option router   = alamat IP router (jika terhubung router/perangkat
                                gateway)
Option broadcast = alamat IP broadcast sesuai network yang digunakan
default-lease-time = lama waktu default, dari IP yang disewakan server ke
                                      pc klien.
max-lease-time = lama waktu maksimal, dari IP yang disewakan server ke
                                 pc klien.

Kemudian Simpan Konfigurasi Dengan Menekan Ctrl + X kemudian Pilih Y

6.Setalah mengkonfigurasi DHCP server , Restart dhcp server masukkan perintah 
   #/etc/init.d/isc-dhcp-server- restart

7.Sebelumnya Atur Network di virtualbox menjadi HostOnly-Adapter , setelah masuk ke control panel atur   TCP /IPv4 menjadi Obtain Semua 

8.Setelah itu Disable Virtualbox pada control panel lalu enable lagi , dan IP Address akan muncul secara   Otomatis


9.Lalu Setelah itu check di komputer client (windows) , check di CMD lalu ketikkan perintah 
  ping (ip address) seperti gambar di bawah ini 


                                        Sekian Tutorial Dari Saya
                                   Terima Kasih Telah Berkunjung 



Pengertian Linux & Debian

a ) LINUX



     Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program. Lisensi lengkap dari GNU, dapat Anda baca di Lampiran III. Penerjemahan lisensi GNU ke dalam Bahasa Indonesia, saat buku ini disusun masih dilakukan.

Catatan :

Literatur lengkap tentang GNU dapat Anda baca di situs web mereka yaitu http://www.gnu.org.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Anda dapat memperoleh Linux tanpa harus membayar sama sekali. Jika Anda harus membayar tiap kali instal perangkat lunak di lain komputer, maka dengan Linux Anda dapat menginstalnya dimana saja tanpa harus membayar lisensi.
Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama keamanan, yang kedua dinamika.

Jika perangkat lunak komersial tidak memperkenankan Anda untuk mengetahui kode sumbenya maka Anda tidak akan pernah tahu apakah program yang Anda beli dari mereka itu aman atau tidak (sering disebut security by obscurity). Hidup Anda di tangan para vendor. Dan jika ada pemberitahuan tentang bug dari perangkat lunak komersial tersebut, seringkali sudah terlambat. Dengan Linux, Anda dapat meneliti kode sumbernya langsung, bersama dengan pengguna Linux lainnya. Berkembangnya pengguna Linux sebagai komunitas yang terbuka, membuat bug akan cepat diketahui, dan secepat itu pula para programmer akan memperbaiki programnya. Anda sendiri juga yang menentukan kode yang cocok sesuai dengan perangkat keras maupun kebutuhan dasar perangkat lunak lainnya untuk dapat diimplementasikan. Ibarat sebuah mobil, Anda bisa memodifikasi sesukanya, bahkan hingga mesin sekalipun, untuk memperoleh bentuk yang diinginkan.

Keterbukaan kode sumber juga memungkinkan sistem operasi berkembang dengan pesat. Jika sebuah program dengan sistem tertutup dan hanya dikembangkan oleh vendor tertentu, paling banyak sekitar seribu hingga lima ribu orang. Sedangkan Linux, dengan keterbukaan kode sumbernya, dikembangkan oleh sukarelawan seluruh dunia. Bug lebih cepat diketahui dan program penambalnya (patch) lebih cepat tersedia. Pendekatan pengembangan sistem operasi ini disebut Bazaar. Kebalikannya sistem Chatedraal sangat tertutup dan hanya berpusat pada satu atau dua pengembang saja.
Sebagai tambahan, Linux menyediakan bahasa pemrograman gratis, lengkap dengan kompilernya, maupun program pembantunya. Beberapa diantaranya adalah :

  • ADA
  • BASIC
  • C
  • C++
  • Expect
  • FORTRAN
  • GTK, untuk membuat aplikasi GUI di Linux
  • PASCAL
  • Phyton
  • Skrip Shell
  • TCL
  • Perl (The Practical Extraction and Report Language), sering dipakai untuk membuat skrip CGI di web.


b) DEBIAN


Sebelum membahas lebih jauh tentang Debian GNU/Linux, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu Debian. Debian adalah salah satu distribusi/distro sistem operasi Linux. Distro Debian adalah distro independen, artinya distro ini tidak tergantung dengan distro lainnya. Tidak seperti Ubuntu/Mint yang tergantung dengan Debian.

Debian adalah sistem operasi universal, dikatakan universal karena distro ini  dapat digunakan di hampir semua arsitektur komputer.Debian dirancang untuk dapat digunakan pada server, desktop, maupunlaptop. Distro ini dirancang untuk berjalan pada arsitektur i386, amd64, IA-64, ARM, Power-PC, dan lain-lain.
Debian menggunakan paket aplikasi berbasis dot deb (*.deb) dan manajemen paket “apt”, sehingga memudahkan penggunanya untuk menginstal software yang diinginkan dari repositori baik online repomaupun CD/DVD repo. Hanya perlu dipanggil dengan cara “apt-get install [paket yang akan diinstall]” untuk online atau “apt-cdrom install[paket yang akan diinstall]” bila menggunakan CD/DVD repository.

Bila Anda memiliki paket yang berekstensi dot deb (*.deb) di harddisk, dapat diinstall dengan cara “dpkg -i [nama paket.deb]” menggunakanterminal maupun dengan aplikasi “GDebi Package Installer” yang akan lebih memudahkan, hanya perlu “open with GDebi Package Installer“.
Versi stabil terakhir Debian saat ini adalah Debian 6.0 dengan julukanSqueeze, menggantikan old stable Debian 5.0.8 Lenny. Debian Squeezememiliki lebih dari 29.000 paket dalam repositorinya, 5000+ lebih banyak dari paket Lenny.

Banyak kelebihan yang terdapat dalam sistem operasi ini, yaitu penggunaan memori (RAM) yang rendah, kompatibel dengan bermacam-macam arsitektur komputer, memiliki kestabilan kerja tingkat tinggi yang mungkin hanya bisa disaingi oleh RHEL danSlackware. Oleh karena itu Debian sangat umum digunakan dalam komputer server. Juga baik digunakan untuk desktop maupun laptop.
Rilis stabil Debian cukup lama, berkisar antara 2-3 tahun sekali, tergantung dari kesiapan, tidak berdasarkan waktu. Hal itu juga membuat Debian cocok untuk komputer server.